1. Mengantar Bhikkhu yang keluar Vassa -> upacara
Pavarana, itu biasanya antar sesama bhikkhu, untuk saling mengingatkan.
2. Ada ide pavarana yang muncul dari upasaka & upasika, kalau dari Bhikkhu berarti Bhikkhu punya kesempatan untuk minta maaf, karena mungkin ada umat yang tidak berkenan kepada Bhikkhu.
3.
Saling memaafkan diantara umat itu kebiasaan yang
baik, juga diantara Bhikkhu dimana saling menawarkan diri untuk ditegur satu
sama lain untuk kebaikan bersama, ini merupakan nasehat bijaksana dari Sang
Buddha.
4.
Ada kalanya Sang Buddha menyetujui pendapat Bhikkhu yang mengatakan bahwa “sesuatu” itu dikatakan tidak
perlu. Itu adalah
gambaran bahwa Sang Buddha tidak egois atau suatu kejujuran.
5.
Kejujuran itu diperlukan untuk memacu maju dalam Dhamma.
6.
Kita hendaknya bijaksana dalam melihat orang lain, agar kita jadi lebih baik.
7.
Suatu saat Sang Buddha memberi kesempatan untuk
semua orang bisa berdana (makanan). Ada juga orang yang tidak setuju atas sikap
Sang Buddha ini, dimana sebenarnya itu adalah kesempatan
untuk berlatih Upekkha.
8. Dimana saja kita berada
hendaknya dalam situasi cinta kasih, ingat bahwa manusia itu sarang keburukan
(noda), tapi ingatlah juga ada kebaikannya.
9.
Kalau muncul kebencian maka diri sendiri yang
menderita bukan orang lain, kondisi demikian adalah lawan dari pengembangan
Metta.
2. Ada ide pavarana yang muncul dari upasaka & upasika, kalau dari Bhikkhu berarti Bhikkhu punya kesempatan untuk minta maaf, karena mungkin ada umat yang tidak berkenan kepada Bhikkhu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar