1. Dalam ajaran agama Abrahamik (Yahudi, Kristen, Islam), semua itu karena Tuhan. Misal tidak boleh mencuri biar ada alasannya, tetap akhirnya karena dilarang Tuhan.
2.
Tentang
makanan yang tidak bisa dimakan. Misal daging, biarpun ada landasan ilmiahnya
bahwa dagin tersebut sehat, tetap tidak boleh dimakan karena dilarang oleh
Tuhan.
3.
Untuk
hal yang baik : membantu anak yatim piatu itu baik, itu juga karena dipuji oleh
Tuhan.
4.
Tetapi
dalam Buddhisme, apa sebenarnya yang menjadi Core I Ching (pedoman dalam mengambil
keputusan) itu? Apapun pertanyaanya jika dijawab dengan : Adosa, Alobha, Amoha –>
maka jawaban ini benar.
5.
Perbuatan
mencuri (mengotori batin) itu adalah serakah dan memicu kemarahan, dimana Dosa,
Lobha, Moha muncul. Mencuri satu kali, dua kali, tiga kali dst., maka yang
bersangkutan akan hancur, tidak bisa berfungsi normal lagi, apalagi jika
urusannya dengan Narkoba.
6.
Untuk
pertanyaan : Mengapa Bhikkhu harus gundul? Maka jawabannya adalah terkait
dengan Adosa, Alobha, Amoha.
7.
Meditasi
dan Menjaga Sila itu juga mengurangi : Dosa, Lobha, Moha (The Core I Ching).
Semua pertanyaan bisa dijawab dengan masalah : Dosa, Lobha, Moha.
8.
Jika
Bhikkhu hanya diam bagaimana Dhamma bisa menyebar? Maka Bhikkhu harus bertanya
Dhamma, mempraktikkan Dhamma & Vinaya.
9.
Mengapa
agama Buddha banyak aliran? Karena penyebar Dhamma itu pergi ke bergagai daerah
yang sudah punya budaya, agama, raja setempat, dan guru besar. Kitab Komentar
yang berbeda-beda itu karena peran guru besar.
10.
Mengapa
para bhikkhu itu tidak vegetarian? Supaya para bhikkhu bisa mengembara, boleh
makan daging yang memenuhi 3 syarat (tidak melihat & mendengar suara
binatang yang dibunuh, dan tidak mencurigai bahwa daging binatang tsb. memang
disediakan untuknya) sehingga tidak memberatkan ketika Bhikkhu ber-pindapāta.
11.
Bagaimana
jika Bhikkhu datang di tempat yang tidak biasa atau tidak familier dengan
persoalan pindapāta? Bhikkhu bisa berdiri di pasar di depan penjual makanan
dengan waktu lama.
12.
Seorang
bhikkhu mengajar Dhamma kalau ditanya.
13.
Tentang
Brahmavihāra & kesucian. Bagaimana seseorang ditengarai memiliki spiritual
tinggi? Karena : Dosa, Lobha, dan Mohanya sudah menurun dan tinggal sedikit
atau sudah lenyap, dan berkarakter : Adosa, Alobha, Amoha. Mempunyai : Mettā,
Karunā, Muditā, Upekkhā.
14.
Beragama
apapun kalau 7 karakternya tersebut tinggi, maka spiritualnya tinggi.
15.
Mettā
= mengharapkan orang lain bahagia, Karunā = membantu seseorang keluar dari
penderitaan.
16.
Membuang
kecemburuan adalah rahasia hidup bahagia, faham dengan Hukum Karma.
~ oOo ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar