Q & A dengan B.Uttamo dari Youtube : Pelita Kehidupan Channel,
tanggal 11 Oktober 2022, dengan judul :
CARA YANG BENAR MEDITASI PERNAPASAN
( ĀNĀPĀNASATI )
Tanya : Bante, saya mau minta petunjuk bagaimana cara
meditasi yang baik dan benar dengan objek pernafasan atau Ānāpānasati.
Bagaimana tahapan yang terjadi. Seringkali ketika saya bermeditasi dengan usaha
konsentrasi penuh, kesadaran saya melemah atau tertidur. Ataupun ketika
kesadaran kuat, konsentrasi melemah karena merasakan sensasi-sensasi tubuh
jasmani, detak jantung, kesemutan, dan lain-lain. Mohon petunjuknya.
Jawab : Meditasi pada prinsipnya adalah latihan
keterampilan memusatkan pikiran pada satu objek. Objek meditasi yang paling
sering digunakan adalah memperhatikan proses masuk dan keluarnya udara saat
bernafas secara alamiah. Selama meditasi, misalnya sekitar 30 hingga 60 menit,
pusatkan seluruh perhatian untuk merasakan dan mengetahui secara jelas saat
udara masuk dan keluar melalui lubang hidung dengan menyertakan nilai-nilai
luhur yang paling sederhana yang dasarnya adalah Empat Kebenaran Mulia & Tiga
Corak Umum khususnya adalah Anicca yaitu Ketidakekalan atas segala fenomena,
sehingga dalam menyadari keluar masuknya nafas batin kita dalam keadaan tenang,
bahagia, bersyukur, tidak ada kebencian, emosi, melepaskan semua kemelekatan,
tidak berpikir saat masa lalu maupun masa depan karana saat ini adalah saat
terbaik menyadari keluar masuknya nafas, tidak ada yang mengganggu. Apabila pikiran
kemudian memikirkan hal lain, upayakan untuk di kembalikan pada objek awal, yaitu
perhatian pada keluar masuknya nafas yang diserati dengan nilai-nilai luhur. Kondisi pikiran
yang kemudian memikirkan hal lain ini mungkin saja sering terjadi selama
berlatih meditasi. Tidak masalah, itu adalah hal wajar. Teruskanlah berlatih
meditasi setiap hari. Dengan latihan yang rutin, maka lama-kelamaan pikiran
menjadi lebih mudah dipusatkan pada objek meditasi. Saat pikiran mulai terpusat,
batin pun menjadi lebih tenang. Kadang pada saat itu, timbul perasaan seperti
mengantuk. Hal tersebut adalah normal. Untuk mengatasinya, saat pikiran mulai
terasa agak ringan dan melayang, kesadaran mulai melemah, upayakan pikiran
untuk lebih kuat memperhatikan objek. Dengan terus-menerus berlatih, maka
pikiran akan menjadi terampil memegang objek, sehingga rasa mengantuk dapat
dilewati. Kualitas konsentrasi pun meningkat. Setelah fokus pada objek mampu
dipertahankan untuk waktu yang relatif cukup lama, maka tahapan selanjutnya,
pergunakanlah kualitas konsentrasi tersebut untuk merasakan berbagai sensasi
tubuh jasmani, seperti kesemutan dan lain sebagainya (dengan
menyertakan nilai luhur Anicca).
Apabila konsentrasi masih belum terlalu mampu
dipertahankan untuk waktu yang lama, sebaiknya usahakan pikiran tetap
dipusatkan pada objek semula. Abaikan terlebih dahulu semua sensasi pada tubuh
jasmani yang sering muncul dirasakan selama ini. Latihan memperhatikan sensasi
tubuh jasmani selama duduk bermeditasi menjadi persiapan untuk memperhatikan
semua perilaku badan, ucapan dan pikiran selama melaksanakan aktivitas
sehari-hari. Perhatian dan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari inilah yang
menjadi tujuan utama berlatih duduk bermeditasi setiap hari.
Pengembangan kesadaran sepanjang hari
menjadikan batin tenang karena mengerti bahwa hidup adalah saat ini. Masa lalu
hanyalah kenangan yang dapat dijadikan pelajaran. Masa depan masih harapan yang
harus mulai dikerjakan saat ini secara maksimal. Saat inilah kenyataan,
kesadaran pada saat ini menimbulkan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup.
Semoga jawaban ini bermanfaat serta
meningkatkan semangat untuk berlatih meditasi secara rutin dan dilanjutkan
dengan mengembangkan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga semua mahluk berbahagia.
~ oOo ~