Mengapa kita sudah banyak berbuat baik, tapi kondisi kita masih menderita,
dan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan?
Mungkin kita berpikir, kita sudah banyak berbuat baik, tapi kenapa kita
selalu bertemu hal-hal yang tidak menyenangkan? Sebenarnya ketika kita berbuat
baik, kita tidak mungkin menderita dalam waktu yang bersamaan pada saat itu. Karena menurut teori Abhidhamma, semua kebaikan selalu disertai dengan perasaan bahagia atau
tenang seimbang.
Permasalahan ini ada kaitannya dengan Hukum Karma. Ada cerita tentang dua orang,
yang satu adalah seorang guru yang selalu melakukan kebaikan. Dan yang satu
lagi adalah seorang yang tidak bermoral, yang selalu melakukan keburukan. Suatu
hari mereka sedang melakukan suatu perjalanan. Ditengah perjalanan tersebut,
keduanya terjatuh ke dalam suatu lembah. Pada saat seorang guru yang selalu
berbuat baik ini terjatuh. Kepalanya membentur pohon dan dia mengalami luka
ringan. Tetapi seorang yang selalu melakukan keburukan itu ketika ia terjatuh,
malah ia bertemu dengan tiga koin emas.
Nah kok bisa? Orang baik ini mengeluh, saya selalu melakukan kebaikan.
Kenapa ketika saya terjatuh hanya mendapat luka? Malah dia yang selalu
melakukan keburukan mendapatkan tiga koin emas?. Lalu mereka menjumpai seorang
pertapa. Kebetulan pertapa ini memiliki suatu kesaktian, dan dapat melihat apa
yang mereka lakukan di masa lalu, yang membuat mereka mengalami hal tersebut.
Lalu pertapa dengan kesaktiannya melihat penyebab-penyebabnya, dan
menjelaskan kepada dua orang tersebut. Dahulu kala orang yang baik ini adalah
seorang yang tidak memiliki sila atau moralitas, dia suka membunuh hewan.
Seandainya dia tidak melakukan banyak kebajikan dalam kehidupan ini, ketika ia
terjatuh, ia akan langsung meninggal. Tapi karena karma baik dalam kehidupan
ini banyak, maka ia hanya mengalami luka ringan saja.
Dan orang yang tidak bermoral itu, dalam kehidupan lampau, adalah seorang
dermawan, suka berdana dan berbagi kepada banyak orang. Tapi karena dia banyak
melakukan kejahatan di kehidupan ini. Ketika ia terjatuh, ia hanya mendapatkan
tiga koin emas. Seharusnya ia mendapat tiga peti emas. Pertapa itu menjelaskan.
Jadi karma lampau adalah penyebab utama, karma sekarang adalah penyebab
pendukung untuk berbuah nya sesuatu. Karma yang kita lakukan dalam kehidupan ini
akan berbuah di masa depan. Semoga dengan penjelasan tersebut diatas, kita
tidak berhenti berbuat kebajikan, sekalipun dalam hidup kita banyak menemui
kesulitan dan kesusahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar