Translate

Selasa, 07 Agustus 2018

Beragama.

Ketika kita mengalami suatu masalah, dan merasa jenuh berada dalam suatu keadaan yang sulit, kemudian kita akan pergi bersembahyang atau ke vihara, dengan harapan bersembahyang akan menjadi rileks, batin akan menjadi tenteram dan puas, maka beragama tidak ada bedanya dengan mencari hiburan, tetapi ini namanya hiburan spritual. Memang itu bermanfaat, hanya manfaatnya amat sedikit.
Seperti juga jika kita pergi ketempat hiburan, hiburan itu berguna, tetapi amat sedikit, tidak mampu menyelesaikan masalah. Persoalan tetap perosalan, kesulitan tetap kesulitan. Setelah kembali dari tempat hiburan, kita akan dihadapkan kembali pada persoalan yang belum selesai. Sama seperti orang yang puas saat bersembahyang. Kalau seseorang mengharapkan manfaat dari hidup beragama, menganut suatu agama, agama apa-pun, ke-beragama-an nya itu harus bisa mengubah kualitas hidup dan perilaku dirinya. Tanpa perubahan, agama yang dianut tidak ada manfaatnya untuk orang itu.
Jika hanya puas saja sudah dianggap beragama, puas bersembahyang, dan setelah itu selesai, maka agama tidak membawa kemajuan bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu, marilah kita menggunakan alat, dan sarana yang disebut agama, dengan sebaik-baiknya untuk membuat perubahan dalam kehidupan kita masing-masing. Perubahan itu harus diusahakan, tidak bisa dengan hanya meminta. Kita tidak bisa mengharapkan dari yang lain. Kita sendirilah yang harus berjuang untuk mengubah hidup kita.
(Yang Mulia Bhante Sri Pannavaro Mahathera).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar