Translate

Sabtu, 15 Agustus 2026

Meditasi Ānāpānasati


( MEDITASI MENYADARI KELUAR MASUKNYA NAFAS )

MEDITASI DUDUK

1.    Ketika sedang meditasi Ānāpānasati, selain pikiran tenang -> ada 2 kondisi pikiran yang lain, yaitu : pikiran yang liar & pikiran yang ngobrol dalam hati (omon-omon).

2.    Meditasi Ānāpānasati -> berjuang mendiamkan pikiran (menggunakan Sati) untuk bisa tenang, konsentrasi menguat, dan muncul kebahagiaan (Sammā-samādhi).

3.    Mendiamkan pikiran (konsentrasi) tersebut adalah dengan menyertakan nilai-nilai luhur dasar yaitu : rasa bersyukur, tidak ada kebencian, tidak ada emosi, melepas semua kemelekatan, merasa aman karena tidak ada yang mengganggu, tidak berpikir saat masa lalu maupun masa depan karena saat ini adalah saat terbaik untuk mengembangkan batin (meditasi Ānāpānasati) menyadari keluar masuknya nafas yang alami sehingga batin bisa menjadi tenang dan bahagia.

4.    Apabila pikiran mengembara kemana-mana, kembalikan pada penyadaran keluar masuknya nafas. Usahakan menyadari keluar masuknya nafas selama mungkin, bukan berapa lama kita bisa kuat duduk.

5.    Kalau kaki sakit dan sudah tidak tahan lagi -> rubah posisi, kalau sudah berkali-kali dan menjadi semakin sakit -> lanjut dengan meditasi berdiri dan atau berjalan.

6.    Yang penting adalah niat baik untuk berlatih medatiasi, datang untuk berlatih meditasi dengan semangat, dengan perasaan yang nyaman, jangan sampai datang dengan kondisi tidak nyaman.

 

MEDITASI BERDIRI

1.    Berdiri dengan penuh kesadaran, tubuh tegak, rileks, kaki sedikit terbuka, tangan didepan atau disamping badan, tidak kaku tapi stabil.

2.    Dengan Sati dan disertai nilai-nilai luhur seperti meditasi duduk, kita sadari sedang berdiri, mengamati nafas, sensasi tubuh & batin tanpa melekat. Pikiran diarahkan untuk tidak mengembara.

3.    Biasanya dilakukan beberapa menit -> sebagai transisi antara meditasi duduk dan meditasi jalan.

4.    Intinya : Amati atau sadari kondisi tubuh, nafas, dan batin apa adanya.

 

MEDITASI JALAN

1.    Kecepatan jalan biasa saja / terserah.

2.    Badan tegak / tidak bungkuk.

3.    Kepala tidak menunduk.

4.    Mata serong kebawah untuk melihat jalan.

5.    Dengan Sati dan disertai dengan nilai-nilai luhur seperti meditasi duduk, ucapkan dalam hati : kiri – kanan dst. (menyadari langkah). Pikiran diarahkan untuk tidak mengembara.

 

MEDITASI BERBARING

1.    Tubuh Berbaring miring ke kanan (posisi sīhaseyya = berbaring seperti singa), tangan kanan menyangga kepala, tangan kiri di atas paha, kaki sedikit ditekuk. Biarkan tubuh rileks.

2.    Dengan Sati dan disertai nilai-nilai luhur seperti meditasi duduk, menyadari : aku sedang berbaring, fokus pada nafas yang alami, tahu sensasi tubuh, dan pikiran diarahkan untuk tidak mengembara.

3.    Durasi dan tujuan meditasi berbaring ini cocok dilakukan saat sedang sakit, dan menjelang tidur.

4.    Intinya : Menerima kondisi tubuh yang sedang sakit, dan paham benar atas kondisi tubuh yang tidak kekal, mengalami sakit dsb.

~ oOo ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar