Translate

Kamis, 04 Juni 2026

CARA YANG BENAR MEDITASI PERNAPASAN (ĀNĀPĀNASATI)

  

 Q & A dengan B.Uttamo dari Youtube : Pelita Kehidupan Channel,

tanggal 11 Oktober 2022, dengan judul :

 

CARA YANG BENAR MEDITASI PERNAPASAN ( ĀNĀPĀNASATI )

 

Tanya :  Bante, saya mau minta petunjuk bagaimana cara meditasi yang baik dan benar dengan objek pernafasan atau Ānāpānasati. Bagaimana tahapan yang terjadi. Seringkali ketika saya bermeditasi dengan usaha konsentrasi penuh, kesadaran saya melemah atau tertidur. Ataupun ketika kesadaran kuat, konsentrasi melemah karena merasakan sensasi-sensasi tubuh jasmani, detak jantung, kesemutan, dan lain-lain. Mohon petunjuknya.

Jawab : Meditasi pada prinsipnya adalah latihan keterampilan memusatkan pikiran pada satu objek. Objek meditasi yang paling sering digunakan adalah memperhatikan proses masuk dan keluarnya udara saat bernafas secara alamiah. Selama meditasi, misalnya sekitar 30 hingga 60 menit, pusatkan seluruh perhatian untuk merasakan dan mengetahui secara jelas saat udara masuk dan keluar melalui lubang hidung dengan menyertakan nilai-nilai luhur misalnya dengan merenungkan secara mendalam sehingga memahami secara hakiki / menembus / terang benderang bahwa tubuh ini yang diwakili oleh nafas berisikan material-material yang menjijikkan (daging, darah, lemak, tinja, air seni dll.) apalagi jika tubuh tsb telah mati dan membusuk. Ini disebut merenungkan Asubha = tidak indah = tidak menarik. Perenungan ini dimaksudkan untuk melenyapkan kemelekatan. Nilai luhur yang lain adalah perenungan bahwa tubuh ini akhirnya akan mati yang gunanya untuk  menumbuhkan kesadaran akan ketidakkekalan dan mendorong hidup penuh kebajikan. Nilai luhur berikutnya adalah mengembangkan Metta = Cinta Kasih universal tanpa batas – adalah upaya mengembangkan kasih sayang kepada semua makhluk tanpa diskriminasi. Nilai luhur lagi yang dapat diikutsertakan dalam bermeditasi adalah perenungan tentang Anicca = Ketidakkekalan (segala sesuatu yang berkondisi selalu berubah, tidak ada yang tetap), pemahaman Anicca adalah kunci untuk melepaskan kemelekatan yang bermanfaat untuk mencapai pencerahan. Apabila pikiran kemudian memikirkan hal lain, upayakan untuk kembalikan pada objek awal, yaitu perhatian pada pernafasan yang tentunya selalu disertai dengan nilai-nilai luhur. Kondisi pikiran yang kemudian memikirkan hal lain ini mungkin saja sering terjadi selama berlatih meditasi. Tidak masalah, itu adalah hal wajar. Teruskanlah berlatih meditasi setiap hari. Dengan latihan yang rutin, maka lama-kelamaan pikiran menjadi lebih mudah dipusatkan pada objek meditasi. Saat pikiran mulai terpusat, batin pun menjadi lebih tenang. Kadang pada saat itu, timbul perasaan seperti mengantuk. Hal tersebut adalah normal. Untuk mengatasinya, saat pikiran mulai terasa agak ringan dan melayang, kesadaran mulai melemah, upayakan pikiran untuk lebih kuat memperhatikan objek (disertai dengan nilai-nilai luhur). Dengan terus-menerus berlatih, maka pikiran akan menjadi terampil memegang objek, sehingga rasa mengantuk dapat dilewati. Kualitas konsentrasi pun meningkat. Setelah fokus pada objek mampu dipertahankan untuk waktu yang relatif cukup lama, maka tahapan selanjutnya, pergunakanlah kualitas konsentrasi tersebut untuk merasakan berbagai sensasi tubuh jasmani, seperti kesemutan dan lain sebagainya (dengan menyertakan nilai luhur Anicca). Apabila konsentrasi masih belum terlalu mampu dipertahankan untuk waktu yang lama, sebaiknya usahakan pikiran tetap dipusatkan pada objek semula (disertai dengan nilai luhur yang sesuai). Abaikan terlebih dahulu semua sensasi pada tubuh jasmani yang sering muncul dirasakan selama ini. Latihan memperhatikan sensasi tubuh jasmani selama duduk bermeditasi menjadi persiapan untuk memperhatikan semua perilaku badan, ucapan dan pikiran selama melaksanakan aktivitas sehari-hari. Perhatian dan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari inilah yang menjadi tujuan utama berlatih duduk bermeditasi setiap hari.

Pengembangan kesadaran sepanjang hari menjadikan batin tenang karena mengerti bahwa hidup adalah saat ini. Masa lalu hanyalah kenangan yang dapat dijadikan pelajaran. Masa depan masih harapan yang harus mulai dikerjakan saat ini secara maksimal. Saat inilah kenyataan, kesadaran pada saat ini menimbulkan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup.

Semoga jawaban ini bermanfaat serta meningkatkan semangat untuk berlatih meditasi secara rutin dan dilanjutkan dengan mengembangkan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

~ oOo ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar