cara pikiran tidak teralihkan dari perhatian
terhadap keluar masuknya nafas atas
kecenderungan pikiran yang tidak bisa diam,
yang selalu mengembara.
2. Pertama
kali nafas masuk diketahui, pertama kali nafas keluar diketahui. Tanpa
disadari
harus melihat seluruh nafas, harus dijaga, dengan menjaga keluar
masuknya nafas
maka seluruh tubuh nafas disadari. Inilah yang perlu dilakukan
dalam meditasi
Anapanasati.
3. Jhana adalah kondisi yang terpisah dari kesenangan iderawi,
dan juga terpisah
dari
hal-hal yang tak bajik.
4. Jhana pertama
adalah seseorang yang berdiam dan masuk dalam konsentrasi
tingkat
1, dengan hadirnya : 1). Awal
pemikiran yang baik (Kusala Vitakka) =
pikiran melepas kemelekatan, tanpa kebencian, tanpa kekerasan, 2).
Keberlan-
jutan pemikiran (Vicāra) = pikiran tetap
menempel pada objek meditasi, 3). Ke-
giuran (Pīti), 4). Kebahagiaan (Sukha), dan
5). Konsetrasi / Kemanunggalan
pikiran (Ekaggatā) = fokus pada obyek meditasi.
5. Awal
pikiran adalah pikiran yang pertama kali muncul (Vitakka) itu akan beranak
pinak, kita gunakan Kusala Vitakka diatas, bukan yang Akusala Vitakka.
6. Pada Jhana satu Vitakka & Vicāra melemah, kalau stress Vitakka dan Vicāra
menguat.
7. Jhana
kedua : lenyapnya Awal pikiran & Keberlanjutan pikiran, masuk dalam
Kegiuran, Kebahagiaan, dan Kemanunggalan pikiran. Pikiran bisa diam berjam-
jam,
misal 2 jam. Kalau pikiran tidak bisa diam -> belum mencapai Jhana kedua .
8.
Meditasi Samatha itu intinya
cuma satu, yaitu berjuang
mendiamkan pikiran
(tenang), sehingga disebut sebagai : Meditasi
Ketenangan.
9. Ada 3 kondisi ketika bemeditasi.
a. Kondisi 1 : muncul pikiran liar (mengembara), kalau lumayan lama disebut
melamun.
b.
Kondisi 3 : memilki 2 pikiran : pikiran yang
ngobrol, dan pikiran yang
mengeluarkan gambaran. Contoh pikiran mengenai kuda
putih itu adalah
bagian visual, yang menjawab 4 + 4
= 8 itu adalah bagian audio. Pikiran
yang ngobrol dengan diri sendiri itu
muncul : Audio (suara hati) dan Visual
(gambaran pikiran).
c. Kondisi 2 : Jhana kedua : pikiran tidak mengembara
(awal pikiran & keber-
lanjutan pikiran lenyap).
10. Standar untuk
mencapai Jhana kedua itu "KIRA-KIRA” jika dalam sehari
meditasi 6 jam maka Jhana kedua akan tercapai dalam 6~15 tahun (sangat sulit).
11.
Untuk pemula berjuanglah mencapai
kondisi ke 2 yaitu bukan melamun tapi
belum Jhana kedua. Meskipun muncul suara hati & gambar pikiran tapi masih
tahu nafas masuk
& keluar. Ibarat bekerja di ruangan yang ribut tetaplah bekerja,
tetaplah
bermeditasi, jika anda berhasil, yaitu konsentrasi menguat dan muncul
kebahagiaan, selamat, anda dalam proses mencapai Jhana pertama, dan jika
dilatih terus maka anda akan mencapai Jhana kedua.
Tanya : benarkah jika pikiran mengembara hendaknya
dikembalikan ke perhatian
nafas masuk keluar?
Jawab
: Itu tidak sesuai dengan Anapanasati Sutta. Sekarang
ini sudah banyak guru
dan teori meditasi, kalau nyaman silahkan dilakukan
yang penting jangan
melamun.
Tanya : Bagimana jika bermeditasi merasa ngantuk?
Jawab
: Mengantuk itu adalah gangguan bagi pemula, karena
meditasinya belum
cukup membahagiakan. Tips untuk
tidak ngantuk : bermeditasilah pada saat
tidak mengantuk, yaitu ketika baru bangun tidur, ketika belum makan.
Teknik yang benar itu
kalau ngantuk harus sabar dan dilawan. Bermeditasi-
lah dengan badan tegak,
pertahankan hingga menjadi kebiasaan.
Tanya
: Bagaimana kalau sebelum meditasi badan capek dan
ketika meditasi
mengalami kesemutan?
Jawab : Istirahatlah dulu jangan langsung meditasi,
rebahan dulu. Kalau
kesemutan hendaknya sedikit dipaksa, lama kelamaan kalau sering
dilakukan maka durasi
kesemutannya akan menurun. Tips ketiga saran
dari bhante Dhammavudho : sebelum
meditasi minum dulu kopi atau Milo
seperlunya.
~
oOo ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar